Secangkir kopi bersama PII

0
137

Hai, kami dari PII sedang ngopi di pagi hari dengan secangkir ukuran kecil kami menikmati pagi ini.

Kopi penyemangat hidup kami yang mana untuk menghilangkan rasa kantuk karena tidur jam satu, bersama-sama kami menyeruput kopi hingga basi, walaupun begitu kami menikmati hingga kami mati, namun kami bisa hidup kembali dan ternyata tadi hanya mimpi.

Kami terus menerus ngopi dari pagi sampai pagi mengulang ulang setiap hari, kami senang kami gembira apabila kopi kami di campur susu bendera dan itu membuat kami bahagia.

Malam hari telah tiba matahari pun sudah tiada, bintang dan bulan tiba di tempat yang jauh di sana, pada saat itulah kami sedang berusaha, memahami sebuah materi dengan secangkir kopi, kopi yang hanya di kasih air puti, namun kami tetap menikmati.

Makan seadanya, minum seadanya, solidaritas tetap utama, 7 hari tanpa papa mama membuat kami tumbuh dewasa. Pergi berlari menuju pagar besi sembunyi sembunyi untuk membeli nasi, pengorbanan kami untuk menghabiskan duit ini.

Tiga hari dua malam kami lantunkan hapalan, sekitar jam sembilanan kami sangat kelam, sudah lama kami hapalan hingga larut malam, namun semuanya hilang dalam semalam, ketika pintu bergetar Sangat kencang

Wanita yang di sana hanya berdiam diam saja tanpa melakukan apa apa, datang dan pergi begitu saja, kaku senyummu mewarnai kelasku, tanpa ku sadari engaku mengawasi kami, diam diam kamu seperti buaya tenang dan diam, duduk bersemayam di bangku kesayangan. Namun tanpa sengaja kami pun menyayangimu secara diam diam hingga tercipta rintihan rasa.

Rasa lelah terbayar dengan ikrar, rasa malu diganti teman baru, dikritik lebih baik kasih kripik. Berjuanglah tanpa menjatuhkan, berbanggalah tanpa merendahkan, PII hidup abadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here