PII dan Upaya Menjauhkan Umat dari Bahaya Narkotika

0
142

sebagai kaum muda sudah sering kita dengar dan baca, penyalahgunaan narkotika dikalangan pelajar dan mahasiswa. bahkan tak hanya pelajar di kota-kota besar, narkotika telah berhasil menggoda dan menjerumuskan para pelajar di kabupaten-kabupaten dan daerah kecil. tercatat sebanyak 5,1 juta orang di indonesia menyalahgunakan narkotika, dan 40% nya adalah pelajar dan mahasiswa (sindonews.com : 2018).

dalam islam sendiri, banyak ayat yang memaparkan akan bahaya dan haramnya narkotika. dalam Al baqarah : 219, An-Nisa : 43, Al Maidah : 90-91. dengan jelas diterangkan, segala yang memabukan adalah bagian dari Khamr, dan Allah mengharamkan Khamr. narkotika juga bukan sekedar memabukan, jenis-jenis tertentu bahkan sangat membuat kecanduan dan mematikan. membuat kita tidak bisa berfikir jernih dan yang paling bahaya adalah bisa menjauhkan kita dari rahmat Allah Swt, astagfirllahaladzim.

sebagai umat islam yang terpelajar, sudah seharusnya kita sebagai kader-kader PII mulai pro-aktif, dalam membantu upaya-upaya pemerintah menjauhkan keluarga kita, teman-teman kita, dan saudara se-iman kita dari bahaya narkotika.

Dalam riset saya di Kabupaten Lampung Tengah dan di Bogor Raya (Kota Bogor & Kabupaten Bogor). Alasan yang membuat pelajar dan mahasiswa enggan pro-aktif melaporkan ke pihak berwajib jika ada penyalahgunaan narkotika adalah rasa takut atau rasa kawatir akan jaminan hukum. misalnya penyalahguna narkotika yang masih pelajar/mahasiswa, saat kita laporkan apakah dia akan di keluarkan dari sekolah/kampusnya. ini menjadi kekawatiran yang sangat serius bagi kita. karena menyangkut masa depan orang-orang yang kita laporkan. Disinilah diperlukan pemikiran-pemikiran dari kader-kader PII, menjadi jembatan antara penegak hukum dan lembaga pendidikan.

peran serta kader-kader PII sangat diperlukan oleh saudara-saudara kita yang terjerat oleh narkotika. sumbangsih pikiran kita dan juga aksi-aksi nyata dari kader-kader PII bisa dipastikan akan sangat membantu menyelamatkan mereka.

PII harus berani memulai, membuka dialog-dialog dengan BNN dan Polri di setiap propinsi atau bahkan kabupaten-kabupaten. PII tidak butuh embel-embel nama “Lembaga Anti Narkotika”. Mengawal saudara kita yang terjerat penyalahgunaan narkotika, sampai mereka benar-benar kembali ke jalan Allah. Kita tunjukan kasih sayang yang selama ini di ajarkan oleh nabi Muhamad Saw. Karena jelas, menjauhkan umat dari bahaya narkotika adalah jihad yang Insyallah diridhai oleh Allah Swt.

Ditulis Oleh Adi Susanto S.E (Staff Unit Deteksi K9, Direktorat Penindakan Dan Pengejaran, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here