Kepala Sekolah SDN Donggala Kodi Ucapkan terimakasih kepada Relawan Alterschool PII

0
174

Palu, (Supel.id) —Sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo agar memastikan kegiatan belajar-mengajar segera dimulai di lokasi gempa tsunami Palu, Donggala dan Sigi. Demikian pula Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi perhatian terhadap kegiatan pendidikan agar tidak berhenti terlalu lama. Maka, Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi berupaya untuk segera menormalisasi proses belajar mengajar dan mempercepat pendirian sekolah darurat. Mendikbud juga menghimbau agar seluruh masyarakat bergotong-royong membangun sekolah darurat serta mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar pasca gempa.
Relawan Pelajar Islam Indonesia (PII) dengan program utamanya, yaitu Alterschool segera mendirikan sekolah darurat (Shelter School) di berbagai tempat dan Happy Centre bagi kegiatan trauma healing. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk melakukan pendidikan darurat dan pembinaan terhadap anak-anak korban gempa. Relawan PII baru saja sukses menggelar kegiatan Alterschool ini di SDN Donggala Kodi dan Inpres Donggala Kodi.
Alterschool di SDN Donggala Kodi dan Inpres Donggala Kodi dilaksanakan pada tanggal 17-18 Oktober 2018 lalu. Kegiatan Alterschool ini diwarnai dengan berbagai permainan dan nyanyian disamping kegiatan belajar. Kegiatan ini diawali dengan berdo’a dan klasikal. Siswa-siswi dibagi menjadi beberapa kelompok dengan dipandu oleh masing-masing Relawan PII dalam melakukan kegiatan membaca, menulis dan berkreasi. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan, “saya sangat senang bersama kakak-kakak PII disini” ujar Putri, siswi SDN Donggala Kodi.
Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan Altershool PII di SDN Donggala Kodi ini umumnya adalah korban likuifaksi, dimana mereka mengalami secara langsung proses penggulungan dan pembelahan tanah pada saat gempa di Donggala. Sebagian anak-anak tersebut merupakan penduduk di daerah Kabonena yang bersebelahan langsung dengan lokasi likuifaksi terparah yaitu Balaroa. Menurut pemaparan kak Vivi, salah satu Relawan PII Sulawesi Tengah bahwa anak-anak disini mengalami trauma yang lebih tinggi karena mereka melihat langsung bangunan dan orang-orang terdekat yang tertelan tanah. “Mereka memiliki trauma yang lebih dalam, sehingga kita harus lebih bersemangat menyembuhkan trauma mereka agar cepat kembali ke sekolah dan belajar dengan ceria.”, pugkasnya.
Kepala sekolah SDN Donggala Kodi sangat menyambut baik kerjasama Alterschool dengan SDN Donggala Kodi ini. Menurut beliau kegiatan ini sangat positif dan banyak membantu penyembuhan trauma anak-anak untuk kembali ke sekolah. Alterschool juga sangat efektif mengembalikan keceriaan anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar. “Kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Pelajar Islam Indonesia dalam mengobati trauma anak-anak kami sehingga kami terbantu dan anak-anak termotivasi untuk datang ke sekolah” papar kepala sekolah SDN Donggala Kodi dengan sangat haru.

Sumber : supel.id (Azm/Fida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here