Poem – Rindu

0
68

Rindu yang tak berpagar tumbuh liar

Memakan setiap jalan menujumu, menutupi tempat sebenarnya untuk berpulang

Kerumah, keperaduan nyaman.

Tak kudapati semburat bayangmu, nestapa

Berhingga waktu berlipat merapat

Semakin jauh arahmu, arah berpulang,

Rindu yang tumbuh liar dibiarkan begitu saja

Tidak dipangkas begitupun dikikis

Menghalangi aku dan kamu untuk bertemu

Seuntai benang kau lemparkan ditengah kegelapan akibat rindu yang membesar

Terbakar benang saat keluar di alam bertemu matahari

Rindu semakin jauh, rapuh dan kelabu.

Senang kudapati bergelayutan goyang gembira

Banyak senyum disekitarnya menemani, setia

Paras nan cantik, kemilau di udara

Tawa merekah dari bunga laksana gadis yang sedang jatuh cinta

Hamparah hijau sawah, dinginnya gunung

Hujan yang membasahi tanah, lengkap sudah

Awan biru langit putih kau genggam dengan tegas hati, berani

Jejak – jejakmu senang, hingar bingar berserakan dari sudut kota yang pilu

Hingga desa ditebing pulau,

Senang, tak ada yang tak patut kami syukuri.

(Rabiah Surrianingsih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here