Skrinning premarital atau pemeriksaan pranikah merupakan salah satu upaya untuk melakukan deteksi dini terhadap pasangan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan. Serangkaian tes laboratorium yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit degeneratif (turunan) yang diderita oleh masing-masing calon. Pemeriksaan laboratorium ini menjadi penting apabila masing-masing calon berharap untuk segera mendapatkan anak di usia awal pernikahannya karena kondisi fertilitas (kesuburan) dan genetik (keturunan) sangat berpengaruh terhadap wanita saat akan memulai untuk bereproduksi (memiliki keturunan).

Panel-panel tes laboratorium untuk pemeriksaan pranikah meliputi pemeriksaan fisik dan klinis (tekanan darah, status obesitas dan glukosa darah puasa), pemeriksaan hematologi/darah lengkap (hemoglobin, sel darah putih, sel darah merah, keping darah, golongan darah serta rhesus), tes urin, pemeriksaan penyakit genetik (thalasemia, hemofilia, sickle cell anemia), pemeriksaan infeksi menular (HIV, hepatitis, TORCH (Toxsoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes SimpLex)), pemeriksaan infeksi menular seksual (sifilis, gonorrhea, cylamindia, human papiloma virus), pemeriksaan hipersensitifitas serta pemeriksaan kesuburan bagi pria (analisis cairan semen , pemeriksaan sperma, pemeriksaan hormon FSH ) dan wanita (USG Rahim, siklus menstruasi, hormon FSH, LH, esterogen).

Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut memiliki spesifikasi masing-masing dalam menunjang monitoring dan terapi bagi seseorang yang terduga memiliki hasil positif. Namun yang jelas pemeriksan tersebut merupakan upaya pilihan bagi pasangan yang akan merencanakan pernikahan. Pemeriksaan pranikah (skrinning premarital) belum cukup familiar dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya, biasanya hanya beberapa lapisan masyarakat dengan strata sosial tinggi yang sudah mulai mewajibkan karena mengingat bahwa untuk melakukan serangkaian tes laboratorium tersebut memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

Dikutip dari republika.co.id beberapa negara Arab seperti Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Suriah, Tunisia dan Maroko tes kesehatan merupakan salah satu kebijakan otoritas setempat namun kedua calon berhak memilih setelah mengethaui hasilnya ; tetap menikah atau membatalkan. Di Yordania dan Mesir hasil pemeriksaan wajib menjadi rujukan pertimbangan.

Sementara di kawasan Eropa untuk tes kesehatan pranikah tidak ada ketentuan apakah harus menjadikannya sebagai pertimbangan menikah atau tidak. Walaupun tidak wajib, pemeriksaan kesehatan pranikah sudah semakin populer di negara-negara Barat. Hal ini terkait dengan peningkatan kesadaran kemungkinan dampak penyakit genetik pada tiap anak yang dilahirkan dalam sebuah pernikahan, tapi juga karena perhatian terhadap penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular seksual.1
Anak-anak yang dilahirkan dari orangtua yang memiliki riwayat penyakit bawaan rentan untuk lahir dalam kondisi normal sebab mewarisi gen abnormal dari kedua orangtuanya. Selain itu terkadang pasangan yang mersa sulit memiliki keturunan apabila melihat riwayat rekam mediknya ada infeksi virus dapat mengakibatkan keadaan patologis berupa abortus (keguguran berulang), infertilitas (ketidaksuburan) dan lain sebagainya.
Mengingat bahwa adanya urgensi bagi tiap pasangan calon pengantin untuk melakukan skrinning premarital namun yang paling penting adalah bagaimana kita mendefinisikan kembali terkait tujuan pernikahan itu sendiri. Selain untuk memperoleh keturunan sebagai ladang amal jariyah pernikahan juga merupakan salah satu ikatan yang tercipta karena masing-masing calon saling menerima latar belakang kondisi pasangannya.
“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa saja tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa” (Sujiwo Tedjo)

1) Suara Media “Pentingkah Cek Kesehatan Pra Nikah Menurut Muslim ?” dalam http ://www.suaramedia.com/dunia-islam/2010/05/09/pentingkah-cek-kesehatan-pra nikah-menurut-muslim.html

Author : Deni Umi Rahmawati, mahasiswi program studi DIV Analis Kesehatan Alih Jenjang dan praktisi laboratorium medik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here