Bandarlampung (24/2) Pengarus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Lampung mengawali agenda Konferensi Wilayah (Konwil) ke-23 dengan mengadakan seminar literasi pelajar yang diperuntukan bagi pelajar dan mahsiswa se-Lampung.

Seminar ini mengusung tema “Literasi Digital bagi Pelajar Lampung” dan dihadiri oleh 65 pelajar/mahasiswa yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di provinsi Lampung diantaranya adalah kota Bandarlampung, kota Metro, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Selatan dan Lampung Tengah. Dalam seminar ini PW PII Lampung berhasil mengandeng beberapa media partner untuk turut serta menjadi sponsor yaitu PKB PII Lampung, Bilal design, MINA (Mi’raj Islamic News Agency), supel.id dan suaracendekia.com.

Media digital merupakan sebuah komoditi bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa namun pemanfaatnanya sebagai salah satu komponen yang turut berperan dalam dunia literasi harus ditinjau kembali. Apakah media digital tersebut sudah mampu memediasi munculnya berita-berita atau informasi yang aktual berdasarkan fakta-fakta terkait ? Untuk itu menjadi sangat penting bagi pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media digital dalam rangka membendung derasnya arus informasi yang muncul tanpa dapat dihindari.

“Kita lebih mampu meninggalkan baca qur’an ketimbang harus melewatkan mengecek notifikasi di smartphone” ujar Naqqiyah Syam disela-sela pembicaraanya saat menyampaikan salah satu topik seminar. Hal ini mencerminkan bahwa ternyata media digital sudah menjadi kebutuhan pokok yang dinilai mampu memberikan efek aditif bagi para pemakaianya. Smartphone is more killing well than narcotics.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia telah terhubung jaringan internet. Tercatat bahwa sepanjang tahun 2016 sebanyak 132,7 juta menjadi pengguna aktif internet dari 256,2 juta total jumlah penduduk Indonesia. Dan parahnya suvei lain yang berhasil diungkap oleh CIGI-IPSOS 2016 menunjukkan hasil bahwa 65% dari 132 juta pengguna internet di Indonesia percaya dengan kebenaran informasi tanpa melalui cek dan ricek.

M Fuqon selaku narasumber menuturkan bahwa “ini menjadi sebuah fenomena yang mengancam dunia literasi di era digital dengan munculnya berita-berita hoax, hate speech, mislead dan cyber crime apabila tidak diimbangi dengan pemanfaatan media digital dengan bijak.
Serbuan informasi secara massif berdampak pada pembentukan karakter bangsa yang mengalami degradasi, hal ini tercermin dalam etika, moral dan adabnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga kita sebagai pelajar muslim hendaknya mampu mewujudkan terciptanya digital wisdom atau sebutan lain untuk bijak dalam berdigilaisasi. Salah satu upaynya adalah dengan mensortir konten berita-berita yang disajikan dan mengecek asal sumber berita tersebut.

Akhir kata dalam seminarnya Wanda Wirantara sebagai Ketua Umum PW PII Lampung berharap “PII sebagai wadah bagi para pelajar untuk menuangkan aspirasinya menjadi salah satu komponen yang berperan dalam memberikan edukasi komperhensif sehingga tercipta pemuda pelajar yang lebih baik dan berintegritas.
(red ; deni umi rahmawati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here